Pelaksanaan Idul Adha 10 Zulhijah 1431 H

pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.

Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.

Data Pelaksanaan Qurban 1431 H

No Nama Masjid Sapi KambingKeterangan
1   Al-Istigfar 7 Ekor1 EkorRW 1
2   Wathanul Ashli 7 Ekor-RW2
3   An-Nida 3 Ekor1 EkorRW3

Jumlah 17 Ekor2 Ekor

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1431 H

No Nama Masjid Imam Khotib Keterangan
1   Al Istigfar  Usman K Tanini, S.Ag  Usman K Tanini, S.Ag  Sholat tgl 16 Nop 2010
2   Wathanul Ashli  Drs. Yusuf Djafar  Moh. Kiayi  Sholat tgl 17 Nop 2010
3   An-Nida  Abd Latif Saleh  Abd Latif Saleh  Sholat tgl 17 Nop 2010

Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.

Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

Program Lantainisasi

Salah satu usaha untuk membantu keluarga miskin yang rumahnya masih berlantai tanah adalah program atau gerakan lantainisasi.

Dalam gerakan lantainisasi tersebut, para pemerintah  mengajak keluarga yang memiliki kemampuan yang ada di kelurahan atau kecamatan untuk bersama-sama bergotong royong membantu keluarga yang miskin dengan sumbangan semen dan pasir sebagai sumbangan berupa bahan baku untuk memperbaiki lantai rumah-rumah penduduk yang tidak mampu dan masih berlantai tanah.

Di samping bantuan bahan bangunan, ada juga keluarga yang lainnya, bersama-sama secara gotong royong ikut membantu memperbaiki rumah-rumah tersebut.

Gerakan lantainisasi ini menjadi salah satu Program unggulan kecamatan Kota Utara yang Bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, serta untuk memelihara kesehatan para penghuninya serta memperbaiki kondisi perumahan mereka yang umumnya sangat menyedihkan.

Seperti halnya di kelurahan Dembe II kegiatan LANTAINISASI mendapat respon positif dari seluruh masyarakat sehingga kami mendapatkan bantuan dari para donatur baik dalam bentuk materi ataupun tenaga. Syukur Alhamdulillah sampai dengan saat ini kami telah berhasil melantainisasi 10 unit rumah. 

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan lantainisasi khususnya di kelurahan DEMBE II .


by:onal